Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek, Jawa Timur, membantah lokasi pembuatan ataupun perekaman (tempat kejadian perkara/TKP) dua video mesum berjudul "PNS Kota Panggul" ataupun "Pantai Pelang" berada di kawasan Pantai Panggul, Kecamatan Panggul, Trenggalek.
"Sudah kami lakukan penyelidikan. Hasilnya, tidak ada lokasi yang mirip seperti dalam gambar (film)," kata Kapolsek Panggul Ajun Komisaris Gatot S, Minggu (5/9/2010).
Selain membantah lokasi pembuatan/pengambilan film, Gatot juga meyakini "aktor dan aktris" yang ada dalam video berdurasi 12,58 menit dan 5,38 menit tersebut bukanlah warga setempat. Dalihnya, polisi tak menemukan adanya informasi dari sejumlah warga sekitar yang mengaku mengenali wajah kedua pasangan pemain "film panas" tersebut.
"Jika memang mereka warga lokal, pasti ada yang mengenal. Kami sudah coba tanya kepada sejumlah pihak dan hasilnya sejauh ini masih nihil," ucapnya.
Sebaliknya, Gatot justru menduga film porno yang sepekan ini mulai tersebar dari ponsel ke ponsel tersebut hanyalah hasil rekayasa oknum tertentu yang ingin membuat sensasi. Caranya, lanjutnya, mengubah nama file film adegan orang dewasa itu dengan nama menggunakan label serta lokasi yang merujuk daerah Trenggalek.
Dampak yang ingin dicapai pelaku, tambahnya, adalah mencari kepuasan pribadi serta efek sensasi yang ditimbulkan. "Hasil penyelidikan, kecil kemungkinan itu warga Panggul. Ya, barangkali namanya saja diganti menjadi ’PNS Kota Panggul’ dan ’Pantai Pelang’. Kan bisa saja," kata mantan Kapolsek Pogalan tersebut.
Meski demikian, Gatot berjanji terus melakukan penyelidikan. Tindakan itu penting dilakukan untuk mengantisipasi keresahan masyarakat atas peredaran video porno tersebut.
Diberitakan, Polsek Panggul, Kabupaten Trenggalek, sepekan terakhir disibukkan oleh kasus peredaran video mesum berjudul "PNS Kota Panggul" dan "Pantai Pelang". Kedua video yang berisi adegan layaknya pasangan suami istri tersebut mulai beredar luas di tengah masyarakat pengguna ponsel di Kecamatan Panggul ataupun Kota Trenggalek.
Berita terkini,Aktual,Dewasa,Hot,unik, lucu, Gosip artis full tanpa sensor semuanya ada hanya di Dj4nc0x's.com
Sabtu, 16 Oktober 2010
"Aktor" Mesum Bawean Ditangkap
Seorang pemuda berumur 20 tahun ditangkap oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dia diduga menjadi "aktor" video mesum yang beredar seusai Lebaran pekan lalu.
“Pelaku kami tahan sejak Minggu (19/9/2010) untuk menjalani pengawasan selama 24 jam penuh, mulai kemarin sore,” kata Kapolsek Sangkapura AKP Zamzani, Senin (20/9/2010).
AKP Zamzani mengaku belum bisa menyimpulkan kasus ini sebab "bintang" wanita—yang masih berstatus pelajar SMA kelas XII di Bawean—itu berada di daratan Gresik (di luar Bawean) semenjak video mesum beredar pada H-3 Lebaran. Kepolisian akan memanggil "bintang" perempuan untuk dimintai keterangan.
“Kami akan memproses kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum,” tegas Zamzani.
Adapun sang pelaku laki-laki kepada penyidik membantah bahwa dia adalah penyebar video mesum itu. “Video ini koleksi pribadi saya, tidak untuk disebarkan. Jika memang video ini sekarang tersebar, mungkin pihak wanita yang menyebarkan,” kata pemuda ini.
Dia menjelaskan bahwa hubungan intim itu dia rekam pada awal Agustus di rumahnya, saat siang hari.
Beredarnya video mesum ini menghebohkan warga Bawean yang selama ini terkenal dengan kereligiusannya. Menurut keterangan sejumlah warga Pulau Bawean, video porno dua remaja itu beredar melalui telepon seluler via bluetooth sehingga peredarannya sangat cepat, dan diduga menyebar di seluruh Pulau Bawean.
Di pihak lain, ayah pelaku perempuan mengaku malu dengan beredarnya video mesum anaknya. Dia, yang melaporkan kasus ini kepada kepolisian, menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. “Silakan diproses secara hukum oleh polisi,” katanya.
Dia mengaku mengetahui peredaran video mesum anaknya ini setelah diberi tahu oleh salah satu tetangganya. “Setelah melihat video, saya langsung melaporkan ke kantor Polsek Sangkapura, Sabtu (18/9/2010),” jelasnya.
“Pelaku kami tahan sejak Minggu (19/9/2010) untuk menjalani pengawasan selama 24 jam penuh, mulai kemarin sore,” kata Kapolsek Sangkapura AKP Zamzani, Senin (20/9/2010).
AKP Zamzani mengaku belum bisa menyimpulkan kasus ini sebab "bintang" wanita—yang masih berstatus pelajar SMA kelas XII di Bawean—itu berada di daratan Gresik (di luar Bawean) semenjak video mesum beredar pada H-3 Lebaran. Kepolisian akan memanggil "bintang" perempuan untuk dimintai keterangan.
“Kami akan memproses kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum,” tegas Zamzani.
Adapun sang pelaku laki-laki kepada penyidik membantah bahwa dia adalah penyebar video mesum itu. “Video ini koleksi pribadi saya, tidak untuk disebarkan. Jika memang video ini sekarang tersebar, mungkin pihak wanita yang menyebarkan,” kata pemuda ini.
Dia menjelaskan bahwa hubungan intim itu dia rekam pada awal Agustus di rumahnya, saat siang hari.
Beredarnya video mesum ini menghebohkan warga Bawean yang selama ini terkenal dengan kereligiusannya. Menurut keterangan sejumlah warga Pulau Bawean, video porno dua remaja itu beredar melalui telepon seluler via bluetooth sehingga peredarannya sangat cepat, dan diduga menyebar di seluruh Pulau Bawean.
Di pihak lain, ayah pelaku perempuan mengaku malu dengan beredarnya video mesum anaknya. Dia, yang melaporkan kasus ini kepada kepolisian, menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. “Silakan diproses secara hukum oleh polisi,” katanya.
Dia mengaku mengetahui peredaran video mesum anaknya ini setelah diberi tahu oleh salah satu tetangganya. “Setelah melihat video, saya langsung melaporkan ke kantor Polsek Sangkapura, Sabtu (18/9/2010),” jelasnya.
Gagal Bongkar Tower Mobil Kecebur Tambak
GRESIK - Apes menimpa kawanan pencuri spesialis baterai kering tower telepon seluler. Gagal membawa kabur hasil jarahan, mobil yang dipakai beraksi malah kecebur ke tambak.
Peristiwa ini bermula, saat Nurhadi, 35, bagian operasional PT XL Axiata, pengelola provider XL, Senin (11/10) sekitar pukul 01.50 WIB mendapat informasi dari kantornya di Surabaya, bahwa alarm di tower XL di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme menyala tanda gangguan sistem atau pencurian.
Nurhadi meluncur ke lokasi dan melihat ada mobil Toyota Avansa silver W 1125 XF. Namun, empat orang tak dikenal langsung masuk mobil dan kabur ke arah perkampungan warga. Nurhadi mengejarnya.
Sekitar pukul 02.30 WIB warga menemukan mobil pelaku yang nyungsep di tambak milik Sunarto warga RT1 RW 4 Desa Pandu, Kecamatan Cerme. Posisinya, separoh bagian depan mobil masuk ke tambak, bagian belakang terlihat agak naik.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Fauzan Sukmawansyah mengatakan, masih mengadakan penyelidikan kasus ini. “Kami masih mengadakan olah TKP,” ujarnya. nsan
Peristiwa ini bermula, saat Nurhadi, 35, bagian operasional PT XL Axiata, pengelola provider XL, Senin (11/10) sekitar pukul 01.50 WIB mendapat informasi dari kantornya di Surabaya, bahwa alarm di tower XL di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme menyala tanda gangguan sistem atau pencurian.
Nurhadi meluncur ke lokasi dan melihat ada mobil Toyota Avansa silver W 1125 XF. Namun, empat orang tak dikenal langsung masuk mobil dan kabur ke arah perkampungan warga. Nurhadi mengejarnya.
Sekitar pukul 02.30 WIB warga menemukan mobil pelaku yang nyungsep di tambak milik Sunarto warga RT1 RW 4 Desa Pandu, Kecamatan Cerme. Posisinya, separoh bagian depan mobil masuk ke tambak, bagian belakang terlihat agak naik.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Fauzan Sukmawansyah mengatakan, masih mengadakan penyelidikan kasus ini. “Kami masih mengadakan olah TKP,” ujarnya. nsan
Pujo Izinkan Istri Sekamar Pria Lain
Demi memiliki keturunan, Pujo Sumarto (49), warga Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, rela melakukan apa pun. Hal itu termasuk merelakan istrinya, Rustami (45), berduaan dalam kamar bersama Mat Tohari, seorang lelaki asal Gresik yang mengaku kiai dan bisa membantu memberikan anak.
Di dalam kamar itu, Gus Mat––panggilan Mat Tohari—mengaku sedang melakukan ritual sembahyang malam khusus bersama Rustami selama 45 menit dalam kondisi gelap supaya keinginan pasangan suami-istri (pasutri) tersebut dapat terwujud dan mereka segera dikaruniai seorang anak. Namun, walau sudah selama dua bulan terakhir ritual aneh tersebut dilakukan, Rustami tak kunjung hamil.
Bahkan, kegiatan ini mulai terdengar warga sekitar hingga berujung kemarahan warga yang ingin supaya kiai dengan ritual nyeleneh tersebut diusir dari kampung mereka. “Jelas ritual seperti itu tidak masuk akal dan menyalahi ketentuan agama Islam. Masa ritual kok berada di dalam kamar, berduaan dengan istri orang lain pada tengah malam,” kata Rosyid, warga Prunggahan Wetan.
Oleh karena itu, warga melaporkan kegiatan ini ke perangkat desa setempat supaya Gus Mat diusir dari Prunggahan Wetan agar tidak lagi merusak iman warga lainnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak desa bersama polsek dan koramil setempat memanggil semua yang bersangkutan untuk membahas permasalahan ini di Balai Desa, Rabu (13/10/2010) malam. Namun, beberapa pihak tidak bisa hadir sehingga pertemuan baru bisa digelar pada Kamis pagi.
Hanya, Gus Mat tidak kelihatan batang hidungnya. Lelaki yang selama tiga tahun belakangan ikut tinggal di rumah Eko Sumarto (37), warga setempat, tersebut telah kabur, Rabu malam, setelah tahu akan diusir oleh warga. “Gus Mat sudah berangkat ke Gresik sejak Rabu malam. Ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi, tidak bisa ikut dalam pertemuan ini,” dalih Eko di hadapan para muspika dan sejumlah warga yang ikut dalam pertemuan di balai desa.
Tak ada yang salah
Menurut Eko, ajaran Gus Mat sama sekali tidak melenceng. Selama ini, ia dan pengikut lainnya juga menjalankan shalat dan percaya terhadap Nabi Muhammad sebagaimana umat Muslim lain. “Kalau menurut saya sih tidak ada yang melenceng. Sama saja seperti Islam pada umumnya,” ujar Eko.
Demikian halnya yang disampaikan oleh Pujo, ia tetap yakin bahwa ajaran Gus Mat tidak ada yang salah, termasuk ritual di dalam kamar bersama istrinya pada malam hari demi mendapatkan keturunan itu. “Memang demikian, tapi tidak yang melenceng,” jawabnya tanpa menjelaskan apa yang terjadi di dalam kamar tersebut.
Akhirnya, dalam pertemuan itu, semua pihak sepakat bahwa Gus Mat harus hengkang dari Desa Prunggahan Wetan. “Telah disepakati bahwa Mat Tohari yang selama ini tinggal di rumah Eko harus keluar dari Desa Prunggahan Wetan. Pemilik rumah telah menandatangani surat pernyataan pengusiran tersebut. Jika mengingkari, maka ia akan mendapat sanksi dari warga setempat,” ujar Nur Salim, Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Prunggahan Wetan.
Di dalam kamar itu, Gus Mat––panggilan Mat Tohari—mengaku sedang melakukan ritual sembahyang malam khusus bersama Rustami selama 45 menit dalam kondisi gelap supaya keinginan pasangan suami-istri (pasutri) tersebut dapat terwujud dan mereka segera dikaruniai seorang anak. Namun, walau sudah selama dua bulan terakhir ritual aneh tersebut dilakukan, Rustami tak kunjung hamil.
Bahkan, kegiatan ini mulai terdengar warga sekitar hingga berujung kemarahan warga yang ingin supaya kiai dengan ritual nyeleneh tersebut diusir dari kampung mereka. “Jelas ritual seperti itu tidak masuk akal dan menyalahi ketentuan agama Islam. Masa ritual kok berada di dalam kamar, berduaan dengan istri orang lain pada tengah malam,” kata Rosyid, warga Prunggahan Wetan.
Oleh karena itu, warga melaporkan kegiatan ini ke perangkat desa setempat supaya Gus Mat diusir dari Prunggahan Wetan agar tidak lagi merusak iman warga lainnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak desa bersama polsek dan koramil setempat memanggil semua yang bersangkutan untuk membahas permasalahan ini di Balai Desa, Rabu (13/10/2010) malam. Namun, beberapa pihak tidak bisa hadir sehingga pertemuan baru bisa digelar pada Kamis pagi.
Hanya, Gus Mat tidak kelihatan batang hidungnya. Lelaki yang selama tiga tahun belakangan ikut tinggal di rumah Eko Sumarto (37), warga setempat, tersebut telah kabur, Rabu malam, setelah tahu akan diusir oleh warga. “Gus Mat sudah berangkat ke Gresik sejak Rabu malam. Ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi, tidak bisa ikut dalam pertemuan ini,” dalih Eko di hadapan para muspika dan sejumlah warga yang ikut dalam pertemuan di balai desa.
Tak ada yang salah
Menurut Eko, ajaran Gus Mat sama sekali tidak melenceng. Selama ini, ia dan pengikut lainnya juga menjalankan shalat dan percaya terhadap Nabi Muhammad sebagaimana umat Muslim lain. “Kalau menurut saya sih tidak ada yang melenceng. Sama saja seperti Islam pada umumnya,” ujar Eko.
Demikian halnya yang disampaikan oleh Pujo, ia tetap yakin bahwa ajaran Gus Mat tidak ada yang salah, termasuk ritual di dalam kamar bersama istrinya pada malam hari demi mendapatkan keturunan itu. “Memang demikian, tapi tidak yang melenceng,” jawabnya tanpa menjelaskan apa yang terjadi di dalam kamar tersebut.
Akhirnya, dalam pertemuan itu, semua pihak sepakat bahwa Gus Mat harus hengkang dari Desa Prunggahan Wetan. “Telah disepakati bahwa Mat Tohari yang selama ini tinggal di rumah Eko harus keluar dari Desa Prunggahan Wetan. Pemilik rumah telah menandatangani surat pernyataan pengusiran tersebut. Jika mengingkari, maka ia akan mendapat sanksi dari warga setempat,” ujar Nur Salim, Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Prunggahan Wetan.
Gembong Bajak Laut Diciduk di Hotel Novita
MUARASABAK - Setelah sekian lama kabur, gembong bajak laut bernama Agus alias Babat alias Kasang (30) akhirnya ditangkap polisi. Warga Desa Kualasimbur Naik, Kecamatan Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjab Timur, telah menjadi buronan Polres Tanjab Timur sejak 2007 atas kasus pembunuhan serta perampokan di Desa Telukkijing, Kecamatan Nipahpanjang, Kabupaten Tanjab Timur.
Mendapat informasi itu, Tim Buser Polres Tanjab Timur kemudian meluncur ke Kota Jambi dan terus mengamati gerak-gerik Agus. Saat itu, polisi tidak ingin gegabah menyergapnya. Pasalnya, Agus diketahui memiliki senjata api. Akhirnya pada hari penangkapan, polisi melihat Agus yang lengah saat hendak menuju motornya di parkiran hotel. Tanpa perlawanan berarti, Agus kemudian digelandang ke Mapolres Tanjab Timur.
Kapolres Tanjab Timur AKBP Budi Wasono, melalui Kasat Reskrim AKP R Manalu, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan itu. “Kami memang tidak mau gegabah, karena informasi terakhir yang kami dapat, tersangka memiliki senjata api,” kata Manalu, kemarin (15/10).
Menurutnya, Agus merupakan otak dari beberapa kejahatan yang terjadi sejak 2004. “Komplotan bajak laut ini terdiri dari tujuh orang, dan Agus sendiri adalah otak sekaligus pimpinan komplotan,” katanya. Menurutnya, tujuh rekannya saat ini sudah ditahan setelah menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Muarasabak.
Sementara ini, polisi menduga Agus ikut terlibat dalam pembunuhan salah seorang anggota polisi di Kecamatan Kualajambi beberapa waktu lalu. ”Seperti kasus pembunuhan anggota kita di perairan Kualajambi, kemudian kasus pemerkosaan di Kecamatan Muarasabak Timur. Pokoknya tersangka ini diduga terlibat lebih dari 10 kasus kriminal,” tandas Manalu.
Objek Wisata Penginapan Kuliner Transportasi Oleh-oleh Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT)
Teratai di Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Foto Selengkapnya
Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) merupakan salah satu taman nasional yang ada di Riau. Taman Nasional Bukit Tigapuluh berada di dekat perbatasan antara Riau dan Jambi. Taman nasional ini merupakan obyek wisata Riau terakhir yang kami kunjungi. Terdapat bermacam-macam keanekaragaman hayati flora dan fauna di sini. Selain keanekaragaman flora dan fauna seperti macan sumatera, bunga raflesia, di sini juga terdapat wisata air terjun, dan juga suku asli pedalaman dan suku talang mamak, yang merupakan suku asli Taman Nasional Bukit Tigapuluh.Walaupun menyimpan banyak obyek wisata, kami merasakan Taman Nasional Bukit Tigapuluh ini masih memiliki banyak keterbatasan, terutama keterbatasan akses. Jalan menuju bukit Tigapuluh ini bisa dibilang sangat minim. kami sempat masuk beberapa kilometer dengan menggunakan mobil. Namun, dikarenakan jalan yang rusak kami kembali lagi. Lalu, kami meminta diantar oleh masyarakat sekitar dengan menyewa motor mereka.
Karena keterbatasan akses tadi, bahkan banyak masyarakat sekitar yang belum pernah sama sekali datang ke dalam bukit Tigapuluh tadi. Ketika kami meminta diantar, kebanyakan mereka mengatakan tidak tahu bagaimana kondisi di dalam. Hal ini sangat memprihatinkan. Sebagai masyarakat sekitar, seharusnya mereka sadar akan potensi wisata dari bukit Tigapuluh ini.
Setelah bernego, kami sepakat menyewa 2 motor seharga Rp 100.000 selama 2 jam untuk masuk ke dalam bukit Tigapuluh lebih jauh lagi. Perjalanan kami ditemani 1 orang penduduk di sekitar taman nasional.
Di sana kami bertemu dengan salah satu reporter acara televisi yang juga ingin mempublikasikan keindahan bukit Tigapuluh ini. Mereka juga sependapat dengan kami bahwa akses ke sini memang sangat sulit. Namun, di bukit tigapuluh ini menyimpan banyak objek wisata. Di taman nasional ini juga terdapat menara untuk meneroppong burung. Jika pemerintah serius, sebenarnya TNBT ini bisa dikembangkan menjadi ekowisata, yaitu pariwisata berwawasan lingkungan.
Di perjalanan pulang, kami bertemu salah seorang suku asli Talang Mamak bernama pak Sakai dan sempat mengobrol. Ia agak sulit berbahasa Indonesia. Untung saja orang penduduk asli sekitar bisa mengerti bahasanya. Cerita Pak Sakai menambah gambaran kami mengenai perkembangan taman nasional ini. Ingin tahu ceritanya? Baca artikel rekan saya, Putri, yang berjudul "Pak Sakai, Potret Suku Talang Mamak dalam Kesendirian", http://aci.detik.com/read/2010/10/06/224227/1457508/1001/pak-sakai-potret-suku-talang-mamak-dalam-kesendirian.
PKS nilai 'Playboy' layak dipidana
JAMBI - Partai Keadilan Sejahtera menilai kasus majalah Playboy yang sekarang dipersoalkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesian (PWI), Margiono, layak dipidanakan karena isi yang disajikan memenuhi unsur pornografi dan merusak moral bangsa.
Demikian dikatakan Presiden PKS, Lutfi Hasan Ihsan, di Jambi, menanggapi pernyataan Margiono tentang kasus majalah Playboy yang seharusnya dikenakan sanksi pelanggaran kode etik bukan pidana.
"Majalah Playboy pantas dipidana karena memenuhi unsur-unsur pornografi. Dia dituntut bukan karena etikanya, tapi karena isinya," kata Lutfi, di kota Jambi, Sabtu (16/10), tadi siang.
Dia menambahkan, terkait penerbitan majalah atau media lainnya ada dua aturan yang mengikat yakni etika jurnalistik dan undang-undang pornografi. Dari isi yang disajikan majalah tersebut jelas memenuhi unsur tersebut sehingga layak dipidana.
Disamping itu, apa yang disajikan majalah untuk orang dewasa itu tidak pantas beredar di Indonesia karena bertentangan dengan aqidah dan memberi efek negatif terhadap generasi muda Indonesia kedepan.
"Baik majalah Playboy maupun media yang mengandung unsur-unsur porno itu melanggar hukum. Kita ini negara hukum. Sebaiknya jangan beredar," tambah dia.
Apa yang sampaikan Lutfi berbeda dengan Margiono.
Sebelumnya, Ketua PWI itu kepada media saat menjadi pembicara sekolah jurnalis di Semarang (15/10) mengatakan bahwa seharusnya yang dipersoalkan tentang pelanggaran kode etik sebagaimana yang diatur dalam undang-undang pers bukan pemidanaan lewat kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) karena karya yang dihasilkan merupakan karya jurnalistik.
Dia khawatir, bila majalah tersebut dipidana, akan terjadi juga pada karya jurnalistik lainnya yang dilakukan oleh insan pers.
"Kalau hal ini dibiarkan, seperti pemidanaan terhadap hasil karya jurnalistik majalah Playboy, maka dikhawatirkan jika terjadi pelanggaran kode etik atas karya-karya jurnalistik lainnya juga akan dipidanakan," katanya.
Karena itu, kata dia, pihaknya bersama Dewan Pers akan memperjuangkan agar pelanggaran kode etik yang dilakukan majalah tersebut tidak dipidanakan dengan KUHP, sebab langkah pemidanaan produk jurnalistik memang tidak tepat.
Narkotika Mengancam Jambi
Peredaran narkotika di Jambi sudah menyentuh ke semua kalangan. Mulai dari pengusaha, mahasiswa, pelajar, pegawai negeri sipil (PNS) hingga aparat keamanan (kepolisian dan TNI) pun ada yang sudah terkontaminasi oleh barang mematikan itu. Makanya tak heran, menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Jambi masuk dalam 18 besar sebagai daerah peredaran narkoba terbesar di Indonesia.
Para tersangka didominasi oleh pengedar dengan jumlah 189, dan 62 pengguna. Yang mengejutkan lagi, dari data tersebut diketahui kalau para tersangka ada yang berumur 15 tahun (siswa SMP). “Usia mayoritas para tersangka kasus narkotika di atas 30 tahun. Jumlahnya ada 109 orang,” kata Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah, kemarin (15/10).
Selain siswa SMP yang jadi tersangka juga ada anggota polisi, pengusaha dan mahasiswa. Senin (11/10) lalu, misalnya, warga Jambi juga dikejutkan oleh ulah Bripda Hardiansyah. Karena pengaruh narkotika, oknum polisi yang bertugas di Samapta Polresta Jambi itu nekat menyekap dan memaksa seorang anak baru gede (ABG) bugil di hotel.
Dari ratusan tersangka tersebut, polisi menyita barang bukti berbagai jenis narkotika. Rinciannya sabu-sabu 2.506,071 gram, lima paket sedang, dan 101 paket kecil. Kemudian, ganja 114 kilogram, 172 paket kecil, ditambah satu paket besar. Lalu, satu paket kecil putau dan 338 butir pil ekstasi.
Ini belum termasuk barang bukti yang disita dari dua pengedar dan bandar narkoba yang baru ditangkap baru-baru ini. Seperti diberitakan, Selasa (12/10) lalu, Satuan Narkoba Polresta Jambi menyita 1.150 butir pil ekstasi dari bandar narkoba bernama Alamsyah. Sebelumnya, awal Oktober lalu Polresta Jambi juga menangkap tukang ojek yang menyimpan 750 butir pil ektasi.
“Semua ini merupakan hasil ungkap kasus Dit Narkoba Polda Jambi dan jajaran,” kata Almansyah. Jika dibagi per kabupaten, menurut Almansyah, Sarolangun, Tanjab Barat, dan Bungo, berada di peringkat teratas penanganan kasus narkotika denga sembilan kasus. Almansyah menilai itu wajar, karena tiga kabupaten itu merupakan jalur lintas yang sangat strategis. Seperti Tanjab Barat yang merupakan wilayah perairan laut.
“Apalagi untuk Provinsi Jambi yang merupakan perlintasan. Sangat mudah untuk barang-barang itu masuk ke sini (Jambi, red),” kata Almansyah. Selain itu lanjutnya, jumlah kasus tersebut juga tergantung dari berbagai operasi yang dilakukan kepolisian. “Kalau kita tidak ada operasi atau razia, ya tidak mungkin bisa tahu ada berapa pemakai, pengedar, atau bahkan Bandar di Jambi ini,” katanya.
Keterangan Almansyah itu ada benarnya. Bahkan, Direktur Desiminasi dan Informasi BNN RI, Brigjen HRM Kurniawan, mengatakan, Provinsi Jambi adalah salah satu target peredaran narkoba di Indonesia. Menurut dia, pada tahun 2009, tercatat 241 kasus narkoba terjadi di Provinsi Jambi.
Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Jambi usia 10-59 tahun sebanyak 2.243.100 jiwa, maka dalam setiap 8.893 jiwa ada satu orang yang terkena narkoba.
Dia juga mengungkapkan, hasil survei BNN tahun 2008 menunjukkan penyalahgunaan narkoba dari kalangan pelajar maupun mahasiswa berada pada angka yang mengkhawatirkan. “Tindak pidana narkotika berdasarkan tingkat pendidikan terdapat kenaikan yang cukup signifikan,” katanya ditemui pada acara Workshop Penyuluhan Narkoba di Grand Hotel, Rabu (13/10) lalu.
Pelaku tindak pidana narkoba dengan tingkat pendidikan akhir perguruan tinggi tercatat sebanyak 1.001 tersangka dari 44.694 tersangka secara keseluruhan atau 2,24 persen dari total jumlah tersangka. “Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dengan persentase peningkatan sebesar 22,38 atau naik sebanyak 183 tersangka dari 818 tersangka, jelasnya .
Sementara itu, data dari Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jambi, penanganan kasus Narkoba di Jambi naik turun. Pada 2006 Kasus tercatat ada 270 kasus, tahun 2007 turun menjadi 219 kasus dan tahun 2008 turun lagi menjadi 175 kasus.
Namun, pada tahun 2009, kasus narkoba di Jambi mengalami peningkatan hampir 8%, yaitu 266 kasus. (rib/can)
Lagu SBY Jadi Soal Ujian Masuk CPNS Kemendag
Peserta ujian masuk CPNS Kementerian Perdagangan (Kemendag) membenarkan ada pertanyaan mengenai judul lagu ciptaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Soal lagu ciptaan SBY itu disebutkan muncul pada Sesi Pertama, yakni Tes Pengetahuan Umum (TPU) Ujian Saringan Masuk CPNS Kemendag.
DO, salah satu peserta ujian masuk CPNS Kemendag, membenarkan adanya soal tersebut, dalam ujian seleksi CPNS di Kemendag, Rabu (13/10).
"Iya, benar ada soal tentang judul lagu SBY. Tapi saya tidak ingat itu nomor berapa. Karena judulnya saja saya tidak tahu," ungkap DO kepada Media Indonesia, Rabu (13/10).
Ia pun menilai, pertanyaan soal judul lagu ciptaan SBY tersebut tidak sesuai jika dimasukkan pada soal ujian masuk CPNS Kemendag.
DO, salah satu peserta ujian masuk CPNS Kemendag, membenarkan adanya soal tersebut, dalam ujian seleksi CPNS di Kemendag, Rabu (13/10).
"Iya, benar ada soal tentang judul lagu SBY. Tapi saya tidak ingat itu nomor berapa. Karena judulnya saja saya tidak tahu," ungkap DO kepada Media Indonesia, Rabu (13/10).
Ia pun menilai, pertanyaan soal judul lagu ciptaan SBY tersebut tidak sesuai jika dimasukkan pada soal ujian masuk CPNS Kemendag.
Andi Tewas di Kamar Lokalisasi
Andi Bahtiar Umar, 43, nakhoda kapal barang yang melayari rute Kupang-Surabaya, tewas di sebuah kamar di lokasi prostitusi Citra di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kupang, NTT, Rabu (13/10) tengah malam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Andi tewas di kamar milik pekerja seks komersial bernama Novi. Korban masuk ke kamar tersebut sekitar pukul 21.00 Wita. "Baru saja ia masuk dan duduk, badannya tiba-tiba lemas dan terjatuh dan meninggal," kata sumber Media Indonesia, Kamis (14/10).
Penghuni kamar kemudian meminta pertolongan rekan-rekannya dan satpam untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun, dari hasil pemeriksaan dokter rumah sakit Bhayankara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Terlihat pembuluh darahnya pecah, kemungkinan akibat kelebihan suplemen penambah stamina," kata dokter Irman.
Kasat Reskrim Polres Kota Kupang Ajun Komisaris Yeter B Selan membenarkan tewasnya Andi. Dia mengatakan, berhasil mengamankan satu butir suplemen ever-joy, ponsel, kartu kredit, dan dompet. Hingga Kamis (14/10) pagi, jenasah korban belum diambil keluarga. Dari identitas yang diperlihatkan polisi, Andi diketahui berasal dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Flores. Sementara itu, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk menelusuri penyebab kematian korban. (X-11)
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Andi tewas di kamar milik pekerja seks komersial bernama Novi. Korban masuk ke kamar tersebut sekitar pukul 21.00 Wita. "Baru saja ia masuk dan duduk, badannya tiba-tiba lemas dan terjatuh dan meninggal," kata sumber Media Indonesia, Kamis (14/10).
Penghuni kamar kemudian meminta pertolongan rekan-rekannya dan satpam untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun, dari hasil pemeriksaan dokter rumah sakit Bhayankara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Terlihat pembuluh darahnya pecah, kemungkinan akibat kelebihan suplemen penambah stamina," kata dokter Irman.
Kasat Reskrim Polres Kota Kupang Ajun Komisaris Yeter B Selan membenarkan tewasnya Andi. Dia mengatakan, berhasil mengamankan satu butir suplemen ever-joy, ponsel, kartu kredit, dan dompet. Hingga Kamis (14/10) pagi, jenasah korban belum diambil keluarga. Dari identitas yang diperlihatkan polisi, Andi diketahui berasal dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Flores. Sementara itu, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk menelusuri penyebab kematian korban. (X-11)
Langganan:
Komentar (Atom)